Sunday, 19 April 2015

Ay Vamos!

Hai. Setelah 4 bulan gue enggak nulis disini, rasanya kangen. Iya, gue kangen mantan blog gue. Engga ih, gue enggak kangen mantan, kok. 4 bulan terakhir ini emang sibuk banget buat gue. Tugas lah, ulangan lah, gatau deh sampai kapan cobaan yang gue dapet bertubi-tubi gitu datengnya, disitu kadang gue merasa sedih.

Hmm, tadinya pas di Bali padahal gue pengen ngepost trip report pas hari itu juga. Cuma, berhubung gue terlalu menikmati trip 3 hari gue dan sebenernya pas di Bali banyak banget kejadian yang bikin hati gue tersayat-sayat. Bukan gara-gara liat mantan jalan sama cewe baru, tapi ada, lah. Sedih pisan pokoknya. Nanti gue ceritain deh cerita cinta absurd gue di Bali di lain post. Itu bulan Januari. Penuh twist in my story.

Februari. Perlahan twist in my story jadi straight lagi. Kisah cinta gue dengan doi baru mulai menjadi lurus. Penasaran gak sama cerita cinta gue sama doi dari sudut pandang gue sendiri? Kata gue sih, enggak ada. Gak penting juga sih woy. Tapi gue pengen aja ceritain soalnya menurut gue cerita nya complicated dan unexpected buat gue.

Maret. Everything seems to be better. Di bulan Maret, gue dapet pengalaman baru, nih! Gue trip ke Bromo!! Nanti gue bakal post deh ngapain aja gue selama di Malang. Rame banget pokonya jalan-jalan di Malang.

April. Yes, bulan ini. Entahlah, bulan ini menurut gue belom ada kejadian luar biasa, sih. 

Yaudahlah ya, segini aja gue nulisnya. Yang penting gue mejeng di dashboard kalian. Kangen gue kan? Kalau engga, yaudah da aku mah apa. Gue ngepost mood-moodan sih:( 

Oh iya, sekarang gue jadi kontributor buat situs bikinan guru Fisika gue. Cek tulisan gue di: berbau.com

Wednesday, 31 December 2014

new year: let the past just be past.

Jangan pernah sesali 
Jangan pernah tangisi 
Semuanya yang pernah terjadi

Selamat tinggal masa lalu 
Selamat datang lembar baru
Selamat tinggal cinta lalu
Selamat datang cinta baru 
Selamat tinggal selamat tinggal
 Andra & The Backbone - Selamat Tinggal Masa Lalu

YES. 2014 is almost over, which means... HELLO 2015. Okay so I feel like in 2014, none of my resolution has been done hahahah but yeaa there's a few resolution that finally completed. Lihat ke 364 hari yang lalu, gue masih merasa tahun ini belom sepenuhnya yang ingin gue capai tuh terlaksana semua, yaa buktinya gue masih gini-gini aja. Ya, tiap tahun pasti aja ngerasa kaya gini. Ngerasa kayak ada yang kurang dan kayak ada yang belum dilakuin. Padahal, apapun yang udah kita capai selama satu tahun itu harusnya disyukuri. Semoga tahun berikutnya bisa lebih baik lagi, ya kan?

Speaking of new year.. Orang-orang pasti ngomongin resolusi, ingin gimana ke depan nya. Well, hhhmmmm for me... Tahun baru adalah ajang memenuhi resolusi tahun sebelumnya yang sebenernya udah direncanain dari tahun sebelumnya, makanya dari tahun ke tahun resolusi gue sama aja. 

Okay so here are my resolutions:
- rajin belajar (ngerasa tiap tahun ke tahun kayanya masih males aja)
- banggain ortu (kaya ada yang kurang ngebanggainnya)
- nabung uang (harus)
- KULINER JOMBLO BERJALAN LANCAR!
- no more sad
- more freakish lulz
- try something new
- find new experiences
- explore more
- eat more, weight less.
- learn sociology to chasing dreams: psychology <3
- WRITE MORE
- BLOG MORE
- buy new music albums
- i wish trip to bali would be exciting!! can't wait

AH SO MANY.

but hhmmm here's my special resolution / wish:

keep in touch again with a person from the past but this year i want things to be different and just forget what happened last year. heheheheheh.

yah. tahun baru, lembaran baru, cerita baru, tantangan baru, pengalaman baru pastinya. gak usah liat-liat ke belakang lagi deh taun kemaren udah ngapain aja. yang penting di tahun baru ini, harus lebih hati-hati lagi, jangan nyakitin diri sendiri. loh, malah ngomong ke diri sendiri. 

well.... semoga tahun 2015 ini bisa lebih baik lagi dan bisa lebih menata diri hmmmm can't wait for new year. anyway.. happy new year guys! have a great year ahead. this probably my last post in 2014.

namaste
korra-dayo

GOODBYE 2014!!!

lesson learned: 2014 taught me that not everything still remain the same. everything is changed. and we need to accept it no matter how hard it is.

bye, see ya in 2015.



Wednesday, 24 December 2014

Sneak Peek: Catatan Kuliner Jomblo

Hai, guys! Buat yang penasaran nih sama upcoming project gue dan temen-temen gue, nih gue kasih sneak peek nya :)

http://kulinerjomblo.blogspot.com/p/blog-page.html

Hehe, masih About Us nya sih. Tunggu tanggal rilis nya ya guys! Mohon doa restu dari kalian biar project satu ini lancar dan bisa ngasih hal yang bermanfaat buat kalian semua :)


Namaste
korra-dayo.

Monday, 22 December 2014

Upcoming Project — Culinary Journal: Kuliner Jomblo

Hi, people! So I want to announce you something about my new project: a culinary journal blog. The title is Catatan Kuliner Jomblo. Jadi, proyek gue satu ini dibuat bareng sama 2 partner in crime gue yaitu Fauzi Rulandi from Catatan Hati Fauzi Rulandi dan Irfan Althoriq, temen gue yang lagi galau dan nampaknya butuh pencerahan hidup jadi gue pikir proyek ini cukup mencerahkan hidup dia. Semangat bro, hidup penuh perjuangan. Penasaran kenapa blog ini bisa dibuat? Oke, gue cerita singkat aja yah. Lengkapnya bakal di post di blog itu nanti. Judulnya sih Catatan Kuliner Jomblo, padahal si Fauzi ga jomblo sama sekali. Tapi emang dia pernah jomblo. Irfan dan gue emang dua-duanya jomblo tapi beda cerita. Gue jomblo karena baru putus hubungan dan Irfan yang nampaknya lagi jadi jemuran. Untungnya, kita bertiga punya interest yang sama, yaitu suka banget makan. Tapi bedanya, gue makin gendut tapi dua cowo itu mah gak ada gendut-gendutnya. Jujur, gue seneng banget akhirnya proyek ini bisa direalisasi. Kenapa? Sebenernya gue pengen banget punya blog tapi khusus untuk review gitu. Entah fashion, makanan, atau travelling. Tapi akhirnya yang bisa diwujudin itu food blog. Seneng banget. Kayak tujuan hidup kamu tuh tercapai juga. Gue pengen bisa ngejalanin blog ini dengan konsisten dan tentunya penuh passion. Dan gue harap dengan blog ini jadi wadah buat ngeraih cita-cita gue untuk jadi blogger yang bisa berbagi hal bermanfaat bagi kalian semua.

Mau tau lengkapnya? Baca yah nanti di blog Catatan Kuliner Jomblo, yang bakal ngereview tempat-tempat makan mulai dari yang hits sampai yang food truck gitu dan pastinya cocok banget buat kalian anak SMA atau kuliah. Mohon doa dan restu dari kalian semua, yah! Semoga proyek kita ini berjalan lancar dan bisa ngasih kamu rekomendasi tempat-tempat baru setiap minggu nya, jadi hang out kamu gak ngebosenin.

See you soon! Daaaaan, tunggu tanggal rilis blog kami.

namaste,
korra-dayo.

kulinerjomblo.blogspot.com

Monday, 17 November 2014

i can't escape this now, unless you show me how.

They say it's what you make
I say it's up to fate
It's woven in my soul
I need to let you go

Your eyes, they shine so bright
I wanna save that light
I can't escape this now
Unless you show me how
 — Imagine Dragons, Demons

hi fella, back here. posting this sad-themed post. well probably i'm too drowning into sadness. yes, i am. i still in the sea of sadness. which is dark, cold, depressing, and desperate. i'm alone here. feels like no one can't help me to get out of here. i can't get out of here. it feels like something keeps me stay here even the situation is really bad. but i need to moving on to get a fresh air so i can breath, and keep alive


no, i still here. can't move out. drowning to deep.


it's been a month. yet, the pain still felt. i don't know why i still in this miserable pain. is it because i am too depending on him? probably. you know.. since he's gone, even though we'd still communicate, but i feel like i still depending on him. i'm a needy person. yes, it is. i just can't stay away from him. i don't know why i still want to be on his side. even though i know probably he doesn't want me to be on his side anymore. it kills me slowly. why can't i just stay away from him and let him go? as i said before, it's not easy to letting go. letting go a person who really means a lot for you. 

i had to choose; forget him or keep being like this and torture my own feelings and my mind.

i asked some advice from my friends, well.. yeah now i only share a story to few friends because i feel like everybody doesn't need to know a whole thing about my life so, yeah. and some of them said 'forget him, it's not worth it for you if you still remember him' this is really the worst advice and worst choice ever. but, i had to choose; stay in pain or happy without pain. it's hard. really hard. 


and, this is just confusing. at some point, my conversation with him after broke up is getting warmerand suddenly, it's getting colder. and when we met, he sometimes came to me, even though we only stared each other or he slapped my cheekin a good way, of course. but suddenly, in the next day, when we meet again, both of us just act like strangers who haven't met before.

on and on and on and on and on.

i don't know what it means. and slowly, my mind had a looooot of expectations. i expect too much, yet i also guessing.. what if he...— and my feelings towards him is growing up again, and when my feelings towards him slowly disappear... he come again and it growing up again. on and on and on and on. confusing. really.

and to be honest, this kind of situation really torture my own feelings and my mind. i felt like i want to scream and asked, 'what do you really want from me?' 'why'd you made me go insane?' 

they said i need to forget him, moving on, and enjoy my life. but what am i supposed to do when all my heart still have feelings for him? what am i supposed to do when all my mind is just thinking of him even though there are thousand million important things that i should worry about than worrying about him? it's torturing me. this is just so weird, what has he done until getting me like this?

anyway.. to be honest, this past one month i've learned a lot. i learned how i should communicate with him, how to do my thing without have to thinking about him every timeeven though i still in a progress for this. learned everything.... without him. without worrying about him. 

one day, i confessed to him that what we always do, whether when we were in a relationship or after broke up: arguing. that made me learn a lot how to handle a person like him even though there probably a lot of people out there who has a same personality like him but not as much exactly like him. he's only one in this world. but i feel like his argument made me turn my brain up-side-down so that i could say what i really meant carefully. and somehow, his words when we argued.. made me realized that what he said is true. and yes, i still remember the words that he said to me and it really affected to my life now. i never met a person like this.

good times.. good times.. i know the memories still stuck in my brain, which is why whenever i remember it again, my feelings started to be wild. heart beats so fast. and yet, the mixed up emotions which can transform become tears, whenever i remember those good times with him. but he also influenced my life now, i want to change my bad habit which he doesn't like when we still in a relationship. but not just for him, it's for me too. because i know sooner or later, people won't like my bad habit if i still doing it. actually there's a lot of things that i learned, and i remember.

i had to forget you, letting you go.

but please remember;
whenever you need someone to lean on, i will always there for you.
i will always there for you whenever you need me.
i will always there for you whenever you need someone to hear your thoughts.
i will always there for you when your heart gets cold.
yes, whenever it is.
whatever the situation is
i will always there for you.
just remember, you're not alone.
i will always there for you.

i need to escape from this miserable pain. i need to throw away my feelings for you and my expectations about you. i know it's hard. i wish by the time being, it slowly gone.

here are some songs that define my situation:

Look at the stars,
Look how they shine for you,
And everything you do,
Yeah, they were all yellow.

I came along,
I wrote a song for you,
And all the things you do,
And it was called "Yellow".

So then I took my turn,
Oh what a thing to have done,
And it was all yellow.
Yellow, Coldplay

Still I always
Look up to the sky
Pray before the dawn
'Cause they fly away
One minute they arrive,
Next you know they're gone
They fly on
Fly on

So fly on
Ride through
Maybe one day I'll fly next to you
Fly on, ride through
Maybe one day I can fly with you
O, Coldplay

I could've been a princess, you'd be a king
Could've had a castle, and worn a ring
But no, you let me go

And stole my star
La, la, la, la, la, la, la, la [x3]
You stole my star
La, la la la la laaaaaa

Cause you really hurt me
No you really hurt me
Cause you really hurt me
No you really hurt me
Cause you really hurt me
Ooooooooh you really hurt me, ooooooooh
Cause you really hurt me
Ooooooooh you really hurt me...
 —Princess of China, Coldplay x Rihanna

Searching to find myself
But all I find is you
I can hardly stand myself
So what am I to you?
If you can find a reason
You could let me know
I won't blame you
I'll just turn and go
 —Every Night, Imagine Dragons

I, I keep on running
I’m building bridges that I know you never wanted
Look for my heart
You stole it away
Now on every single road that I could take
Listen, I want you to burn my bridges down
I said, I want you to burn my bridges down
Set me on Fire
You set me
Set me on Fire
You can burn my bridges down
Burning Bridges, OneRepublic

Broken this fragile thing now
And I can't, I can't pick up the pieces
And I've thrown my words all around
But I can't, I can't give you a reason

I feel so broken up (so broken up)
And I give up (I give up)
I just want to tell you so you know

Here I go, scream my lungs out and try to get to you
You are my only one
I let go, there's just no one that gets me like you do
You are my only, my only one

Made my mistakes, let you down
And I can't, I can't hold on for too long
Ran my whole life in the ground
And I can't, I can't get up when you're gone

And something's breaking up (breaking up)
I feel like giving up (like giving up)
I won't walk out until you know

Only One, Yellowcard

This, I guess, is to tell you you're chosen out from the rest...
Always In My Head, Coldplay

And I wish you could have let me know
What's really going on below
I've lost you now, you let me go
But one last time

Tell me you love me
If you don't then lie
Lie to me

Remember once upon a time
When I was yours and you were blind
The fire would sparkle in your eyes
And mine

So tell me you love me
And if you don't then lie
Lie to me

True Love, Coldplay

lol those pic for you guys:





 photo creds goes to: tumblr.com

well... what a long post, eh? hahahah sorry made you guys had to read this long but ergh who cares anyway it's my journal. lol. enjoy the rest of your night!

namaste
korra-dayo

Sunday, 9 November 2014

gue dan perumpamaan absurd.

hai. akhirnya di akhir pekan ini gue bisa nulis lagi. tentunya nulisin hal yang menurut gue gak penting sih buat gue post, tapi rasanya kalo gue ga nulis tentang pemikiran gue itu kaya.. lu gatel abis digigit nyamuk tapi lu gamau garuk. ih, meuni geleh. ya jadi tujuan ngepost hari ini adalah.. entahlah gue mau nuangin perumpamaan dan pemikiran seputar kehidupan gue yang makin menuju titik puspa terang. ga juga sih, itu mah majas nya aja di hiperbol-in. maklum, baru belajar majas di sekolah nih gue.

jadi, ceritanya. gue punya temen curhat gitu. cewe. umurnya 2 hari lebih tua dari gue. gue sama dia suka claim ourselves as November Babies. ya karena dua-duanya lahir di bulan yang sama, tapi beda 2 hari. yaudah. suatu ketika dia lagi curhat tentang kegalauan hati nya yang menurut gue agaknya complicated. maka, terpancinglah ke-sok-ide-an gue (so ide: so iye, sok-sokan, sok bijak) ya gitulah. jadi si temen gue ini galau. ceritanya gabisa lepasin seseorang gitu tapi at the same time ada yang lagi deketin dia. nah, dia bingung sama perasaannya. terus berhubung waktu itu gue baru aja belajar nyetir sama ayah gue, dan ayah gue sepanjang jalan ngingetin gue 'pokonya ya de, abis kopling di injek, lepas pelan-pelan terus pencet gasnya. kalo jalannya stabil ade lepas kopling terus pencet gas doang juga mobilnya maju.' dan pas temen gue lagi puncak-puncaknya curhatin keresahan hatinya, gue kepikiran sama apa yang diomongin ayah gue.

'Lo tau ga kopling sama gas? Jadi ya, mantan lo itu ibaratin kopling. dan orang yang deketin lo itu, ibaratin gas. lo tau kan kalau kopling harus di lepas pelan-pelan abis itu injek gas biar mobil jalan? nah, sama kaya gitu. jadi lu harus pelan-pelan lepasin mantan lo itu baru ke orang yang ngedeketin lu itu. nah kalo dua-duanya udah sinkron, pasti lo bakal maju kedepan.Kalo lo injek kopling terus bikin mobil berhenti. Jadi intinya lo kalo ngelepasin orang ya pelan-pelan, kaya lo lagi lepasin kopling, terus biar mobil lo maju, ya lo injek gas. Gas nya itu ya orang yang deketin lo.'

gue sih ya gampang aja ngomong gitu. tapi ngelakuinnya ga bisa. nyatanya, gue gabisa nyari pedal gas gue. pedal gas gue coplok. gue masih stuck di kopling. gas nya kaga ada. sebenernya mah sebuah pedal gas ga harusnya diibaratin terus sama manusia lagi sih.

tapi temen gue itu balik bilang gini,

'Gas lu sebenernya kehidupan lo, lit. Kalo kopling nya itu.. mantan lo dan segala kenangannya bareng dia itu adalah pelajaran buat kehidupan lo. Selagi lo lepasin, segala yang udah lo laluin itu bikin lo maju ke depan. Gue rasa sekarang lo lebih visioner sejak lo ga sama dia.'

bener juga sih. tapi gue gabisa lepasin si dia.

itu salah satu perumpamaan absurd gue. terus, ada lagi perumpamaan absurd gue yang kedua. baru banget gue bikin pagi-pagi. jadi awalnya gue chat gitu sama temen gue yang greget mau bilang selamat ulang taun ke kecengan abadi nya, terus berawal dari ngebahas itu, at some point dia bilang 'kaya ulekan sambel aja masih tahan lo.' besoknya (hari ini) gue chat lagi sama temen gue yang cewe itu. gue bilang 'aing teh... coet ulekan sambel' temen gue masih ga konek. terus, gue perjelas aja ya.

'Aku coet, dia teh yang ulekannya. Kan si ulekan numbuk-numbuk coet. Tapi lihat, mereka selalu berpasangan kan?'

coet: alat masak di dapur, untuk membuat sambal tradisional.


lihat, mereka selalu bersama kan?







ya mungkin segitu aja post gue hari ini. kurang absurd apa coba? sebenernya gue dapet inspirasi ngepost kaya gini karena temen gue tadi bilang, 'kesel sia perumpamaan maneh teh ih. bener tapi.'


namaste
korra-dayo
 






Tuesday, 4 November 2014

Book Review: Analogi Cinta Berdua— ....and I get lost in Bandung

hai. update lagi nih gue. oke sekarang bahasanya rada gaul gitu biar gue bisa ikutan nimbrung gaul kaya blog temen-temen gue. kalo kemaren isi post gue rada galau kangenin orang yang sebenernya gue gak tau apa gue berhak untuk kangenin orang yang bukan siapa-siapa nya gue lagi itu halal hukumnya. gue ngomong apa? ditambah lagi tuh postingan galau pake bahasa dari hati inggris. nah sekarang hepi-hepian lagi aja lah ya, tapi palingan beberapa hari lagi gue post galau lagi. ya biasalah, gue rada labil gini, namanya juga pasca bencana lokal kehilangan.

jadi, nih gue hari ini dapet buku dari temen gue. buku nya gue dapetin dengan nyolong gratis. temen gue yang satu ini niatnya mau ngasih kado ke gebetannya pake novel gitu. suatu hari, gue nemenin dia beli buku di toko buku di jalan merdeka itu. terus gue temenin dia milih-milih bukunya. ya karena gue sebenernya suka baca buku dan ingin gitu bisa beli novel pas di toko buku, tapi apa daya gue cuma manusia anak sma biasa yang kudu nabung kalo lagi ngidam sesuatu, yang gue bisa cuma liat belakang nya doang, baca sinopsisnya doang sambil liat harganya dan gue langsung lemparin balikin lagi tuh buku ke raknya. yang penting gue tau sinopsisnya apaan. tapi biasanya genre novel yang gue suka sih semacam novel ringan komedi atau engga novel tentang cinta— dan biasanya gue nemuin aja gitu novel yang sinopsisnya hampir mirip kaya cerita cinta gue, atau cerita kemirisan gue selama menjalani cinta atau yang mewakili perasaan galau gue. apaansi, jadi curcol lu ah. 

balik ke topik. ya jadi temen gue ini kan niat nya ngasih novel buat si gebetannya itu. gue pilihin bukunya, gue bacain sinopsisnya, terus gue ngasih buku-buku ke dia yang menurut gue itu cocok buat ngewakilin perasaan dia ke gebetannya itu. gue nyuruh dia milih. dan temen gue itu milih buku yang dikarang sama salah satu kontributor di website nyunyu.com, web tempat dimana gue ngabisin waktu luang gue dengan baca artikel-artikel yang menurut gue ga penting tapi kalo gue baca itu rasanya jadi penting. judul novelnya itu Analogi Cinta Berdua, dikarang sama om 'Oka' Dara Prayoga. temen gue langsung aja milih buku itu tanpa mikir panjang, padahal gue saranin buat beli buku yang judul sama sinopsis nya pas buat ngewakilin perasaan dia ke gebetannya itu. tapi, yaudah dia ini yang beli bukan gue. alasan kenapa temen gue pilih buku itu karena menurut dia kayanya isinya kocak.

dan gue pulang ke rumah. temen gue tadi nge LINE gue, isinya:

'lit, kayanya urang salah beli buku deh'

dan gue dalam hati berkata:
'yaelah, padahal gue udah nyuruh lu beli buku satu lagi, lu malah beli yang itu. da itu mah buku buat orang pacaran gitu. emang lu udah pacaran?'

dan gue mengutarakan isi hati gue itu ke temen gue.

temen gue ngebales,
'iya siah, kata temen urang juga ituteh buku buat orang pacaran'

nah, karena berhubung temen gue beli buku nya 2, karena sebelumnya gue saranin, mending beli bukunya 2, jadi kalo lu mau ngobrol, lu bisa pake topik tentang buku pemberian lu itu. terus akhirnya temen gue beli 2. eh taunya.... temen gue salah beli buku, maka seketika gue, yang lagi ngemis ngidam banget pengen baca novel.. gue sih kalo ada peluang kenapa ga dimanfaatin aja?

'bukunya boleh buat gue gak? gue butuh bacaan nih.'

temen gue bales,
'sok lit, ingetin aing bawa bukunya.'

nih penampakan bukunya:


yes, hari ini gue dapet bukunya. gue juga ngambilnya langsung aja dari tas temen gue itu. sumpah ya gue gatau malu banget hahahaha. ya abis, temen gue ngulur-ngulur gitu gue minta bukunya, sok-sokan gitu bilang 'entar aja'. kan nyebelin. loh yang punya buku siapa? nah gue dengan senang hati dapet buku gratisan itu, gue langsung baca dikelas gue. halaman pertamanya aja udah ada semacam quotes gitu:

Berdua untuk bahagia atau berakhir terluka.

iya, gue gedein. kenapa cobaaa? entah, lah. halaman awalnya aja udah so related to me gitu ya, jadi menurut gue kayanya nih buku kaya muter otak gue back to the times where me and si dia being together gitu sampe akhirnya, ya gitu deeeh. dan gue mulai baca buku itu. pelajaran demi pelajaran gue lewati dengan baca nih novel yang menurut gue cukup sakral. sumpah lebay. ya soalnya sesuai aja gitu sama sinopsis nya, 'Yang pasti, dalam Analogi Cinta Berdua gue bakal mengajak kalian ke fase-fase itu semua hingga mengerucut ke dua tujuan akhir: Berdua untuk bahagia atau berakhir terluka'. 

novel ini tuh isinya, tentang cerita si om penulis menjalani masa-masa dia pacaran. dan disini tuh bab demi bab nya juga ngedescribe gimana dia sama pacarnya pas lagi unyu-unyu nya sampe ya.... begitulah kaya apa yang gue alamin— berpisah. di novel ini tuh, berbagai fase di masa-masa pacaran itu bener-bener related sama apa yang udah gue alamin. dan, gue kaya dapet hikmah gitu kalo tiap beres satu bab yang gue baca. ya paling engga, gue tau gitu gimana perasaan cowo pada umunya kalo lagi masuk suatu fase di pacaran itu. ternyata, mereka juga sama gelisahnya kaya cewe yang ditinggal tidur sama si cowo. ya gitulah. dan ada judul bab dimana kayanya emang kenyataan kaya apa yang gue alamin. Kesibukanmu, Kekosonganku. oke, gue ngerasa gitu, sih. gue tuh anaknya ga pernah mau ambil ribet, jadi ya gue anaknya suka banget diem di rumah, ga ada kerjaan gitu. sedangkan si dia yang menurut gue lumayan sibuk ikut ngurusin acara di sekolah, ya pasti ga mungkin dia bakal mikirin pacaran gitu. tapi, gue nya malah kesannya kaya ngekang dia dengan ngarep dia selalu bakal ada buat gue— setiap saat. 

at some point, ada kaya suatu conversation antara si penulis sama pacarnya itu di novelnya yang kurang lebih hampir mirip sama apa yang pernah gue bilang ke si dia. tuh kan, bukunya sakral gue bilang juga. terus, gue baca buku itu sampe pulang sekolah. tapi belom tamat, hingga akhirnya 2 bab terakhir ini gue baca pas pelajaran art. dan judul bab itu: Just Do It, Move On. di awal bab tertulis, 'putus itu menyenangkan.'  iya, sih gue juga ngerasa, putus itu menyenangkan. kenapa? gue bisa lakuin apa yang gue mau. gue bisa ketawa ngakak puas depan temen-temen gue tanpa ada yang ilfil liat gue kaya gitu, gue mau ngupil ngepost apapun di tl twitter, line, path, dsb gaada yang nanyain itu buat siapa. ya asik sih, bisa ngisi waktu luang yang biasanya cuma dipake buat nanya atau nunggu kabar si dia, bisa gue isi dengan ngerjain tugas, belajar dikit-dikit atau ga posting blog kaya sekarang. lol. tapi... ada saat dimana..

'putus itu menyedihkan'

begitu bunyinya di awal bagian lain di bab itu. dan kalo gue boleh ngutip, ada satu paragraf dimana yang lagi gue alamin sekarang:
'Masa masa putus adalah masa-masa paling labil. Tadinya ngerasa seneng karena udah dapet kebebasan, tapi beberapa waktu kemudian bisa sekejap merindukan kehadiran. Kondisi setelah putus juga adalah waktu paling tepat buat menyendiri. Selain itu apa yang terjadi ketika menyendiri setelah putus?



Kangen.'

dan sekejap, gue yang lagi baca itu pas pelajaran art, nyamperin temen curhat gue dan gue bilang 'nih buku bener-bener ya, baca deh lu' dan dia senyum-nyegir jahat gitu sama gue. dan, di akhir bab itu, ka Dara berceramah:

'Susah move on bukan selalu berarti susah memulai lagi sama orang baru. Karena sebelum memulai sama yang baru, orang yang baru putus itu harus menghadapi fase move on, yaitu menjalani hidup tanpa dia. Melewati hari-hari dengan melupakan kebiasaan-kebiasaan lama saat bersamanya. Dan sepertinya, untuk menghadapi tahap ini saja, gue belum benar-benar siap.'

IT'S TRUE, THOUGH. ya move on emang ga secepat itu. tapi ya gue sekarang lagi mulai untuk move on dari kebiasaan lama gue yang biasanya nunggu-ngarep-yagitulah ke si dia. gue harus mulai kurangin itu.
gue niatnya mau namatin novel itu di angkot. gue pulang naik angkot dari BIP, gue naik kalapa-dago. dan, si mang supirnya tuh mau ngisi bensin gitu di pom bensin tamlong. tapi si supir alasannya kalo lewat jalan tamlong macet. terus si supir malah lewat jalur yang agak asing buat gue. gue diajak muter-muter gitu di sekitaran alun-alun bandung. sampe ke jalan sasak gantung segala. gue agak mulai panik walaupun sebenernya gue tenang-tenang aja karena gue pasti ujungnya bakal turun di deket alun-alun. tapi si supir rasanya ko rada lambat gitu nyetirnya. yaudah gue berhenti di deket kepatihan, ya agak deket dari alun-alun lah. terus gue turun disana dan gue dengan gak iklas ngasih duit 4 ribu ke supir angkot laknat itu. dan ya gue update di Path gue: gila gue naik angkot nyasar sampe sini. — At Alun-alun Kota Bandung. menurut gue, itu emang nyasar, gitu. padahal sebenernya jalur ke buah batu udah bener lewat jalan tamlong tapi si supir malah ngajak gue muter-muter gitu, udah mah gue sendiri di angkot sambil bawa-bawa tuh buku. untungnya sih gue nyasar gitu kaga ada yang peduliin. ya kecuali orang tua gue, pasti. tapi berhubung orang tua gue lagi di jakarta, ga ada yang peduliin. ngenes kan. gak deng, orang tua gue akhirnya nelfon gue tadi maghrib dan gue ceritain kejadian itu sekalian sama tentang buku yang gue baca nada ngomel-ngomel gue yang khas di telinga mereka. dan ibu sama bapa gue khawatir banget dan nasihatin gue gitu deh.

post gue ga kurang panjang ya? tapi gue mau ngasih hikmah nih di balik gue baca buku ini. ternyata di balik salah nya beli buku temen gue ini, banyak hikmah yang tersirat buat gue, personally. buku ini bikin gue positive thinking tentang apa yang baru aja gue alamin, soalnya di conclusion buku ini tuh ngena banget. nih gue kutip ya:

'Bahwa dalam sebuah hubungan, isinya bukan cuma usaha untuk mempertemukan dua hati dan cinta.  Ada hobi, pekerjaan, rutinitas sehari-hari, materi, waktu, tenaga, pikiran, dan keluarga. Urusan yang akan dihadapi berdua nggak akan pernah habis. Maka dari itu, berdua adalah mau berjalan beriringan. Dan yang terpenting, berdua adalah saling, bukan paling agar seimbang, bukan timpang.

Meski benar kata orang, "Hidup bukan cuma soal cinta," tapi gue yakin orang yang ngomong seperti itu adalah orang yang nggak lagi jatuh cinta atau dia sedang denial karena baru saja putus cinta. Hidup bukan cuma soal cinta, tapi cinta adalah penggerak kehidupan.

Semoga kita bisa berdua..., dengan dia yang tepat adanya.'

gue tamat baca buku ini. buku yang bener-bener ngebuka pikiran gue, yang yaa pasca-perpisahan itu. gue gak nyesel udah nyolong ngambil nih buku dari temen gue hahahaha.

ya begitulah kawan, review buku gue dan cerita nyasarnya gue di bandung. panjang banget ya post gue kali ini? maklum lah sekalinya nulis udah kaya orang kesetanan. gabisa move on lepas dari keyboard. ya intinyaa, perpisahan bukan akhir segalanya dan apa yang udah gue alamin bareng si dia, itu menurut gue pelajaran bagi hidup gue, dan gue bisa lebih berpikir ke depan karena pengalaman gue itu bikin gue jadi maju. 

btw, makasih kak Dara Prayoga yang udah bikin buku ini, keren banget. asli.

dan quotes yang keren-keren ini:

Semua yang indah akan sia-sia kalau cuma "pernah"

Sendiri berarti kebebasan... sampai datang waktunya kesepian.

namaste.
korra-dayo